May 2012
19 posts
- Belle and the Beast because looks didn’t matter
- Jasmine and Aladdin because he’d do anything to be with her
- Mulan and Shang because no matter what happened, they still love each other
- Cinderella and the prince because popularity/rank wasn’t important
- Ariel and Prince Eric because he didn’t need to hear Ariel’s words to know she loves him
It’s still my voice in this song. honestly, i love this song. i love the lyrics, i love the music’s flow, i love it. and i do miss all of the people there. Hey Gabe, Nyoman, Dryan, Adit, i miss all of you, i swear :’)
“Realita Kita”, by Synestesia
Terjalin kisah antara
aku dan dia….
Jalani kisah bersama indahnya dunia
mungkin berakhir,
akan berakhir ,
pasti berakhir,
kisah ini,
mungkin berakhir,
akan berakhir ,
pasti berakhir,
kisah ini,?
kuterima kau dihati
walau sekarang
memang cinta kan sejati
namun tak pasti
mungkin berakhir
akan berakhir
pasti berakhir
kisah ini?
Kau cinta ku
Pujaanku selama kau bersama
Ku coba untuk setia ,
Dalam cinta
tak ada yang sempurna kasih ku
kita hanya manusia
“Gravity” by Sara Bareilles
Something always brings me back to you.
It never takes too long.
No matter what I say or do I’ll still feel you here ‘til the moment I’m gone.
You hold me without touch.
You keep me without chains.
I never wanted anything so much than to drown in your love and not feel your rain.
Set me free, leave me be. I don’t want to fall another moment into your gravity.
Here I am and I stand so tall, just the way I’m supposed to be.
But you’re on to me and all over me.
You loved me ‘cause I’m fragile.
When I thought that I was strong.
But you touch me for a little while and all my fragile strength is gone.
I live here on my knees as I try to make you see that you’re everything I think I need here on the ground.
But you’re neither friend nor foe though I can’t seem to let you go.
The one thing that I still know is that you’re keeping me down
You’re on to me, on to me, and all over…
Something always brings me back to you.
It never takes too long.
*For you. ya, something always brings me back to you. yes you, it’s you :)
Just this left. A good advice.
Seorang anak mengeluh pada ayahnya, “Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dgn enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek karena harus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku capek karena harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku capek ayah, aku capek menahan diri… Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!”
anak itu mulai menangis. Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya.
“Anakku, ayo ikut ayah.”
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
“Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalan pun susah karena banyak ilalang… Aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu dan bunga-bunga cantik, dan juga pepohonan rindang.
“Wah, tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah. Anakku, taukah kau mengapa tempat ini begitu sepi padahal amat indah? Itu karena orang tak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mereka tau ada telaga disini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini. Anakku, butuh kesabaran dlm belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, dan butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan. Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan dan mengalahkan diri. jalani hidup penuh kesabaran.”
i accept this MMS on June 26th, 2012. Almost a year ago.
i just like the way you teach me to be a better one. to face the real life. although there’s no you anymore, i still take the good side of it, so that i can be better. so that i’m growing up, not just getting older. gracias!
April 2012
10 posts
pernah saya merasa beruntung untuk bisa memiliki mereka. pernah saya merasa sangat bahagia bisa bersama mereka. pernah saya merasakan tawa canda yang luar biasa menyenangkan. pernah saya merasa bahwa mereka adalah keluarga bagi saya.
tapi kemudian saya merasa sedih untuk pernah merasa itu semua. dan kemudian saya terus menerus merasa sedih, sedih, sangat sedih, bahkan sampai menangis.
sakit? ya tentu.
bayangkan untuk ada dalam suatu kota tapi tak mengerti sama sekali bahasa di kota itu. serasa sampah. serasa tak punya tempat. ya, aku merasa seperti itu. aku ingin beradaptasi, mencoba mengerti, tapi tetap, tak ada yang bisa aku mengerti. tak ada yang bisa membuat aku yakin jika itu adalah kota untuk aku tinggali.
tapi itu tidak seberapa. aku masih bisa mengerti. toh lama-lama aku bisa mundur secara perlahan, tanpa harus membuat masalah baru.
dan kemudian di hari itu, hari bahagia (seharusnya). tapi tidak untukku. di hari itu aku menangis tanpa ada seorang pun yang tau. hari itu rasanya seperti nano-nano memang. pagi hari aku dibuat bahagia, kemudian semakin siang semakin diuji kesabaranku. dan saat petang menjelang, ya, tangisan itu harus tumpah.
aku tak tau apa maksudmu. ya, khususnya kamu. kamu sungguh membuatku seperti anak cupu yang dikerjai sekelompok anak-anak bandel. kamu sungguh membuatku seperti terkena jebakan yang sangat-sangat memalukan.
tak perlu aku paparkan bagaimana rasanya. tentunya kamu juga pasti tau jika ada di posisiku. kamu tahu apa yang aku lakukan setelah itu? aku sungguh tak ingin mendengar apapun. muak rasanya mendengar suara tertawamu yang sungguh tak merdu itu. sesaat aku benci sekali padamu.
aku menangis. ya, aku menangis saat itu. saat kamu kamu kamu kamu tertawa. dan aku hanya terus menangis sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaanku agar perasaanku menjadi lebih baik.
dan mulai saat itu, aku tak mau jadi terlalu baik. aku harus bisa lebih bijaksana, bijak dalam menentukan sikap.
jadi maaf, jika aku tak bisa lagi terlalu baik pada kalian. aku tak bisa lagi berlama-lama dengan kalian. dan aku tak bisa lagi seperti dulu.
beribu maaf untuk kalian. maafkan untuk kelelahanku yang tak bisa menghadapi kalian. untuk semuanya, terimakasih.